Penembakan di Australia dan Narasi untuk Kepentingan Israel

Media dengan cepat memisahkan narasi dari Australia menautkannya ke Israel. Antisemitisme dan keamanan warga Israel diulang secara serempak.

Share

Penembakan di Australia dan Narasi untuk Kepentingan Israel

Serangan bersenjata menewaskan 15 orang terjadi di Pantai Bondi, Sydney, Australia saat perayaan Hanukkah pada Minggu (14/12/2025). Dua orang pelaku terdiri dari ayah dan anak bernama, Sajid Akram, 50 tahun, dan Naveed Akram 24 tahun. Sajid tewas di tempat oleh peluru polisi, dan Naveed kritis di rumah sakit.

Yang menjadi pertanyaannya mengapa peristiwa ini berubah menjadi cerita tentang keamanan Israel? Di sini, yang menjadi tajuk utama media Barat bukanlah insiden itu sendiri, melainkan cara ia dinarasikan. Jam-jam pertama, sebelum penyelidikan resmi selesai, serangan tersebut dibingkai sebagai “ancaman Muslim” dan “ekstremisme Islam”. Judul-judul berita bergerak lebih cepat daripada data, dan prasangka menggantikan fakta.

Dalam peristiwa itu, satu kenyataan kunci nyaris dihapus dari narasi, yaitu penyelamat utama dan pahlawan dalam insiden tersebut adalah Ahmed al-Ahmed, 43 tahun, seorang Muslim yang bekerja sebagai pedagang buah. Keberanian Ahmed tidak menyenangkan bagi narasi dominan, sebab pahlawan dalam peristiwa tersebut justru berasal dari identitas yang semestinya diperkenalkan sebagai sumber ancaman.

Anda juga dapat mengakses video di atas di akun media sosial kami dengan mengeklik link ini.