Presiden Kolombia Gustavo Petro, dalam sebuah protes di luar markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Manhattan, menyerukan pasukan bersenjata global untuk membebaskan Palestina. Dia mengatakan bahwa pasukan tersebut harus “lebih besar daripada pasukan Amerika Serikat”.
“Oleh karena itu, dari sini, dari New York, saya meminta seluruh tentara Angkatan Darat Amerika Serikat untuk tidak mengarahkan senjata mereka kepada orang lain. Jangan patuhi perintah Trump. Patuhi perintah kemanusiaan,” ujar Petro dalam bahasa Spanyol.
Gustavo Petro mengadvokasi pembentukan pasukan global untuk membebaskan P@lestina. Dia juga mengatakan akan merekrut relawan dari Kolombia yang bersedia bergabung untuk berjuang membebaskan Palestina.
Sebelumnya, dari sejumlah kepala negara yang menyampaikan pidato di Majelis Umum PBB, ternyata pidato Gustavo Petro adalah yang paling keras. Pidatonya membuat delegasi Amerika Serikat meninggalkan ruang sidang PBB.
Dalam pidatonya yang lantang pada Sidang Umum PBB, Gustavo Petro menyerukan intervensi bersenjata di Palestina. Dia menekankan perlunya membangun pasukan internasional untuk membebaskan Palestina, dan mendesak dunia melawan tirani dan totalitarianisme yang disebarkan oleh Amerika Serikat dan NATO.
Gustavo Petro mengecam genosida di Gaza, dan menyerukan penghentian kekerasan terhadap warga sipil Palestina, dan menilai PBB gagal mencegah kejahatan kemanusiaan tersebut.
Dia menyatakan PBB sedang dalam “masa krisis” karena dianggap menjadi alat politik kekuatan besar, sehingga reformasi mendesak diperlukan untuk menegakkan keadilan global.
Presiden Kolombia juga mengajak solidaritas militer dan rakyat dunia: dari tentara Asia, bangsa Slavia, hingga pejuang Amerika Latin seperti Bolivar, Martí, dan Artigas—mengutip moto “merdeka atau mati” sebagai panggilan untuk pembebasan Palestina.
Sementara itu, dukungan global untuk Zionis Isr**l sedang berada pada titik terendah sepanjang masa. Hal ini tercermin jelas ketika Perdana Menteri Zionis Benjamin Netanyahu menyampaikan pidatonya di Majelis Umum PBB ke-80 di New York di hadapan deretan kursi kosong karena mayoritas delegasi walk out.
Anda dapat mengakses video di atas di akun media sosial kami dengan mengeklik link ini.