Jurnalis Amerika dari Massachusetts Max Blumenthal menyampaikan laporan tentang drone-drone hasil rekayasa balik dari drone Zionis Israel dan Amerika Serikat yang berhasil dibajak dan didaratkan oleh militer Iran.
Saat berada di Museum Rudal di Tehran, Max menjelaskan, “Ini adalah drone Hermes, yang dibuat oleh Elbit Systems, perusahaan senjata Israel. Drone ini diterbangkan dari Azerbaijan dengan misi untuk menarget dan menghancurkan fasilitas nuklir Natanz, yang berada di dekat kota Isfahan, Iran.
Drone ini berhasil ditembak jatuh oleh Sistem Pertahanan Udara Iran, lalu dilakukan rekayasa balik menjadi drone Shahed 121. Di sini, kita bisa melihat versi yang lebih canggih dari Shahed, yang diberi nama Shahed 238. Drone ini dibekali dengan mesin jet, yang dapat terbang dengan kecepatan antara 400-600 km perjam.
Ini adalah Shahed 171, yang merupakan rekayasa balik dari RQ-170 milik Amerika. Kemungkinan drone ini sangat familier bagi orang-orang Amerika. Sekali lagi, kita menyaksikan rekayasa balik dari drone Amerika, Shahed 139, yang merupakan rekayasa balik dari MQ-1 milik Amerika, yang bisa membawa 6 roket, dan memiliki durasi terbang 28 jam.”
Anda bisa mengakses video ini di akun media sosial kami dengan mengeklik link ini.