Mengubah Posisi terhadap Genosida di Jalur Gaza

Kita harus membentuk jaringan untuk menyampaikan informasi dan memberikan pemahaman dan kesadaran mengenai genosida di Gaza.

Share

Mengubah Posisi terhadap Genosida di Gaza

Satu pertanyaan yang menarik kali ini adalah bagaimana mungkin orang-orang yang dulu membuka jalan bagi genosida di Jalur Gaza kini berpura-pura menentangnya? Mereka berusaha memulihkan citranya yang tercoreng.

Para pemimpin politik, pemerintah-pemerintah, komentator dan analis media, dan orang-orang seperti Piers Morgan, yang membela tindakan Israel selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun, hari ini, dengan wajah yang tampak khawatir, mereka berbicara tentang krisis kemanusiaan di Gaza.

Mereka berpura-pura simpati  dan sedang mengejar kredibilitas moral mereka, salah satunya dengan cara mengirim truk-truk penuh tepung dan obat-obatan. Namun ini sebenarnya bukan bantuan. Ini hanyalah kedok untuk menutupi krisis citra yang mereka tampilkan tentang diri mereka sendiri. Sebab, saat mereka menyerahkan sekarung tepung dengan satu tangan, mereka menandatangani otorisasi serangan udara ke Gaza dengan tangan lainnya.

Sebagai masyarakat biasa, apa yang harus kita lakukan? Yang harus kita lakukan adalah kita harus mengorganisir, baik itu di lingkungan kita, di universitas-universitas kita, maupun di lingkungan pertemanan kita, bahwa kita jangan sampai diam saja. Kita harus membentuk jaringan untuk menyampaikan informasi dan memberikan pemahaman dan kesadaran.

Kita harus turun ke jalan-jalan. Karena sejarah telah menunjukkan bahwa tidak ada kebijakan yang berubah tanpa adanya tekanan dari bawah. Kita harus menekan para wakil rakyat kita di kantor-kantor politik mereka, di media sosial, dan di mana pun suara kita dapat didengar.

Masyarakat harus tahu bahwa uang yang mereka belanjakan untuk suatu produk mungkin saja dapat menjadi bahan bakar rudal, dan kita harus memboikotnya. Boikot yang terinformasi dan sadar, terarah, dan meluas. Boikot dan sanksi ini bukan hanya sebagai protes, tetapi sebagai alat tekanan ekonomi. Dan jangan lupa! Setiap penundaan dari tindakan ini berarti hilangnya nyawa manusia.

Anda juga dapat mengakses video di atas di akun media sosial kami dengan mengeklik link ini.