Setelah lengsernya Bashar al-Assad, Suriah menunjukkan dua citra yang sepenuhnya kontradiktif kepada dunia. Pertama, Presiden baru Suriah Ahmad al-Sharaa yang memiliki catatan sebagai teroris dan kemudian mengenakan jas mengatakan siap berdamai dengan Zionis Israel, dan kedua, sebuah gedung pemerintah di Damaskus yang hancur total serta tinggal puing-puing di serang oleh rezim ilegal tersebut.
Kontradiksi ini menunjukkan sebuah realita pahit bahwa dalam logika kolonialisme, kompromi dengan musuh tidak menjamin akan mengakhiri kekerasan. Ini menjadi pelajaran bagi bangsa dan negara lain bahwa kebijakan sebuah negara yang telah menyerahkan segalanya dan berdamai dengan musuh, tidak akan menjamin keamanananya itu terjaga, dan contoh nyatanya adalah Suriah.
Anda juga dapat mengakses video di atas di akun media sosial kami dengan mengeklik link ini.