Peneliti dan profesor di Universitas Harvard, Ruth Wisse mengucapkan kalimat-kalimat yang meskipun pada saat itu tampak seperti sebuah nasihat sederhana kepada pendengarnya, namun sebenarnya mengungkap sebuah doktrin psikologis. Dia menjelaskan bahwa perang utama bukan terkait peristiwa, tapi berkaitan dengan kata-kata.
Kata-kata yang senantiasa berubah, bergeser, dan dengan munculnya konsep-konsep seperti interseksionalisme —yang menurutnya bahkan satu dekade lalu belum ada—menyediakan landasan bagi pendefinisian ulang makna.
Anda juga dapat mengakses video di atas di akun media sosial kami dengan mengeklik link ini.