Proyek Keamanan di Iran, Protes Sosial atau Plot Teroris?

Berbagai signal mengindikasikan peran dinas intelejen Barat dan dukungan politik Amerka Serikat dan Israel dalam kerusuhan di Iran.

Share

Bagaimana menentukan insiden yang terjadi di jalanan Iran, apakah sebuah “protes sosial” ataukah “plot teroris”? Selama beberapa hari terakhir, para perusuh merusak berbagai fasilitas umum dan individu. Mereka membakar dan menghancurkan toko, bank, bus, dan mobil milik pribadi. Bahkan merusak masjid dan tempat-tempat ibadah.

Pengalaman revolusi berwarna dari Eropa Timur hingga Timur Tengah menunjukkan sebuah fakta: ketika tuntutan riil sudah keluar jalur, maka aktor asing berupaya memegang kendali narasi, waktu dan tujuannya. Berbagai signal mengindikasikan peran dinas intelejen Barat dan dukungan politik AS dan Israel. Signal pertama menunjukkan kondisi tidak normal arena dan narasi yang bersamaan.

Pada jam-jam pertama peristiwa terjadi, berbagai narasi sudah mengarahkan target yang ingin diraih, sebelum realitas diketahui lebih jelas. Kehadiran lingkaran inti dan konstan sebagai aktor penggerak setiap aksi demonstrasi. Mereka memulai konfrontasi, mengubah arah massa dan menyulut perusakan, tapi setelah konflik berkobar segera menghilang dari arena.

Signal lainnya datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyampaikan statemen bohong mengenai jatuhnya satu kota, dan mengancam Republik Islam dengan serangan militer. Mike Pompeo, Mantan Direktur CIA berkicau di media sosial mengenai “Kerusuhan di puluhan kota” di Iran dan memprediksi jalur geografi kekacauan selanjutnya, bahkan keterlibatan agen Mosssad yang terjun di arena bersama para perusuh.

Anda juga dapat mengakses video di atas di akun media sosial kami dengan mengeklik link ini.