Saat Jalur Gaza masih berada di bawah reruntuhan dan krisis kemanusiaan terus berlangsung, Jared Kushner di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, memperkenalkan sesuatu yang dia beri nama: “Rencana Komprehensif untuk Gaza”. Tidak ada pemilihan, tidak ada pemungutan suara, bahkan tidak ada kehadiran satu pun perwakilan dari rakyat Gaza. Namun, masa depan dua juta manusia diputuskan; dengan bahasa yang sudah akrab: keamanan, tata kelola, kesempatan kerja penuh, data, rekonstruksi cepat.
Kushner mengatakan, Gaza memiliki “potensi yang menakjubkan”; wilayah ini akan dibagi menjadi kawasan ekonomi, industri, permukiman, dan logistik. Semuanya difasekan, memiliki jadwal waktu, dan menjanjikan bahwa dalam dua hingga tiga tahun akan tercapai sebuah “keberhasilan katastrofik”. Namun ada satu syarat kunci: perlucutan senjata secara total; tanpa itu, rekonstruksi dihentikan—sebuah janji yang bahkan sampai sekarang pun belum dimulai, meskipun komitmen perlawanan telah dipenuhi.
Apakah Gaza akan dibangun kembali atau justru diubah menjadi sebuah “sampel uji coba” untuk pengelolaan manusia pada abad ke-21?
Anda juga dapat mengakses video di atas di akun media sosial kami dengan mengeklik link ini. Berita terkait juga dapat Anda akses di link ini.