Kemajuan sains dan teknologi adalah sebuah keniscayaan. Namun jika kemajuan ini diraih oleh sebuah bangsa yang tidak memiliki etika, maka akan menjadi sumber kehancuran. Iran telah menjadi sasaran sains yang digunakan untuk teror dan pembunuhan, bukan untuk perdamaian.
Pada Jumat dinihari, 13 Juni 2025, langit Iran menjadi medan perang di mana manusia, yang mengandalkan kecerdasan buatan, memulai serangan. Ratusan drone dan rudal yang dipandu kecerdasan buatan terbang dari berbagai lokasi dan menghantam sasaran di wilayah Iran. Serangan ini bukan sekadar operasi militer, melainkan sebuah peringatan akan transformasi moral yang mendalam dalam hakikat peperangan.
Operator manusia dengan kecerdasan buatan memutuskan untuk menyerang. Dalam sekejap, target teridentifikasi dan dihancurkan dengan rudal. Tak peduli ada warga sipil yang tidur di sana. Sistem-sistem ini merupakan bagian dari serangkaian proyek yang dikembangkan di Amerika Serikat selama beberapa tahun terakhir, dengan partisipasi perusahaan-perusahaan seperti Google, Plentir, dan Pentagon.
Sudah saatnya untuk merebut kembali sains dan teknologi dari tangan para pengobar perang, dan menggunakannya untuk kesejahteraan umat manusia.
Anda juga dapat mengakses video di atas di akun media sosial kami dengan mengeklik link ini.