Senjata Biologis: Bank DNA Jadi Bagian dari Target Perang Siber

Tahun 2023, data lebih dari 7 juta pengguna layanan genetika dicuri dalam serangan siber. Bank DNA kini menjadi target perang siber.

Share

Senjata Biologis: Band DNA Jadi Bagian dari Target Perang Siber

Bagaimana “tes genetik sederhana” menjadi salah satu infrastruktur keamanan nasional terpenting di dunia? Pertanyaan ini merupakan titik awal dari kasus yang perlahan namun terus berkembang: Bank DNA. Berdasarkan data resmi, hingga tahun 2025 diprediksikan lebih dari satu miliar profil genetik manusia disimpan di berbagai sumber. Informasi ini di samping minyak dan data finansial merupakan salah satu aset strategis paling berharga. Teknologi baru seperti CRISPR dan model “AI biologis” juga telah mengubah perimbangan.

Menurut laporan RAND, berdasarkan sebuah eksperimen, sebuah model AI yang dirancang untuk memproduksi obat dapat menghasilkan sekitar 40.000 molekul beracun dalam waktu kurang dari enam jam hanya dengan mengubah instruksi. Misalnya, senyawa yang mirip dengan agen saraf VX dan molekul baru yang tingkat toksisitasnya diprediksi lebih tinggi daripada contoh yang diketahui.

Penemuan ini menunjukkan bahwa kesenjangan antara “data genetik” dan “faktor biologis” dapat dikurangi menjadi beberapa hari. Namun, ancamannya bukan hanya pada desain patogen. Bagian yang lebih penting adalah keamanan data.

Tahun 2023 saja, data lebih dari 7 juta pengguna layanan genetika dicuri dalam serangan siber. Bank DNA kini menjadi bagian dari target perang siber. Jika disusupi, bank-bank ini dapat menjadi basis bagi operasi psikologis, gangguan sosial, dan bahkan perang hibrida, tanpa melepaskan satu tembakan pun. Mungkin Anda tidak percaya, tapi pembuatan senjata biologis telah berjalan sejak Perang Korea.

Anda juga dapat mengakses video di atas di akun media sosial kami dengan mengeklik link ini.