Terisolasinya Israel, dan Upaya Tel Aviv Memperbaiki Citranya di Dunia

Israel menyadari bahwa ancaman terbesarnya bukan lagi rudal, melainkan opini publik dunia. Kejahatannya di Gaza adalah titik balik opini publik.

Share

Terisolasinya Israel

Jika dulu senjata menentukan hasil perang, saat ini media memainkan peran yang sama dengan “citra” dan “narasi.”Para penguasa telah belajar bahwa sebelum mereka dapat merebut wilayah, mereka harus menaklukkan pikiran, dan sebelum mereka dapat membungkam suara, mereka harus menghapus kebenaran di tengah hiruk pikuk media.

Di dunia saat ini, medan perang adalah memori publik dunia, dan di sinilah kita tidak boleh membiarkan mereka mengubah realitas bagi kita dan anak-anak kita serta mengambil alih narasi. Apa yang terjadi ketika Israel menyadari bahwa ancaman terbesarnya bukan lagi rudal, melainkan opini publik dunia? Kejahatan yang ditorehkan Israel di Gaza adalah titik balik opini publik dunia.

Gambar-gambar pengepungan, penghancuran infrastruktur sipil, dan pembunuhan yang meluas memicu gelombang kemarahan di ratusan kota di seluruh dunia. Di Eropa dan Amerika berlangsung demonstrasi terbesar mendukung Palestina. Universitas, serikat buruh, asosiasi ilmiah, dan bahkan lembaga Kristen berbaris untuk memprotes perang tersebut.

Respons ini sebuah pesan jelas. Citra internasional Israel rusak parah. Bagi Tel Aviv, kerusakan ini bukan sekadar masalah media, melainkan ancaman strategis. Runtuhnya dukungan di kalangan generasi muda barat, friksi antara konservatif Kristen Amerika dan isolasi di Eropa, memaksa Israel untuk segera memasuki fase baru. Rezim ilegal ini pun terus berusaha memperbaiki citranya di mata dunia.

Anda juga dapat mengakses video di atas di akun media sosial kami dengan mengeklik link ini.