Sebuah wawancara pada tahun 2010 berhasil menggerakkan dunia untuk menentang dan menekan serta memojokkan Republik Islam Iran.
Wawancara fiktif tentang penindasan terhadap perempuan Iran ini dimuat oleh The Guardian. Namun setelah 16 tahun berlalu, jurnalis pembuat wawancara palsu ini telah mengakui tindakannya.
Pola propagandanya terlihat jelas, yaitu dengan membangun citra Iran sebagai negara yang tidak manusiawi. Mereka juga membenarkan tekanan, sanksi, dan agresi terhadap Iran dengan menggiring opini publik.
Tema menarik lainnya dapat Anda akses dengan mengeklik link ini dan juga link berikut.