Kerusuhan di Iran: Protes, Makar atau Subversi?

Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu menyerukan perusuh dan teroris bersenjata untuk terus melakukan kejahatan di Iran.

Share

Kerusuhan di Iran: Protes, Makar, atau Subversi?

Kerusuhan di Iran meletus pada Kamis malam, 8 Januari 2026. Kerusuhan ini tidak dapat disebut sebagai aksi protes, namun merupakan sebuah makar bersenjata yang didalangi oleh agen-agen Mossad, CIA, separatis, dan afiliasinya.

Para perusuh dan teroris bersenjata melakukan penyerangan dan pembakaran terhadap fasilitas umum seperti bank, klinik, apotik, masjid, pertokoan, gedung-gedung pemerintah kota dan provinsi, kereta bawah tanah (metro/subway), bus, mobil pribadi, pangkalan Basij, pos polisi dan lain-lain.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Zionis Israel Benjamin Netanyahu secara terang-terang mendukung para perusuh dan teroris bersenjata, dan terus menyerukan kepada mereka untuk melakukan kejahatan di Iran.

Dari fenomena tersebut, menjadi jelas bahwa kerusuhan di Iran bukan terjadi secara spontan, tetapi telah diagendakan oleh musuh-musuh negara ini dengan membajak protes ekonomi, untuk menggulingkan pemerintah Republik Islam Iran.

Anda juga dapat mengakses video di atas di akun media sosial kami dengan mengekliklink ini. Anda juga dapat mengakses berita terkiat dengan mengeklik link ini.