Agresi militer Zionis Israel ke Jalur Gaza bertujuan membebaskan para sandera Zionis dan memusnahkan Hamas, namun setelah dua tahun mengebom Gaza, tidak ada satupun tujuan itu berhasil dicapai Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel.
Hamas alih-alih musnah, namun terus melakukan perlawanan yang semakin kuat dan membuat Israel kebingungan, serta membuat rezim ilegal ini tenggelam dalam rawa Gaza dengan korban militer yang terus berjatuhan.
Selain itu, rezim Zionis mendapat tekanan dari dalam dan luar. Dari dari dalam, dari keluarga para sandera Zionis, dan dari luar, seiring meluasnya tekanan publik di seluruh penjuru dunia.
Kini warisan kebijakan Perdana Menteri Zionis Benjamin Netanyahu bukanlah pemusnahan Hamas, namun penghancuran Gaza dan pembataian terhadap lebih dari 66.000 warga Palestina, dan meluasnya kebencian dunia terhadap Israel.
Anda bisa mengakses berita terkait dengan mengeklik link ini dan juga tautan ini.